Trading Mistakes

1. Losing your cool
2. Trying to trade too many markets
3. Trading Greedy
4. Not using enough stop orders
5. Reversing your position
6. Not doing your homework

Bursa China Membaik, Dow Jones Melesat 70 Poin

NEW YORK - Indeks Dow Jones berhasil naik 70 poin, pada perdagangan Kamis (20/8/2009) waktu setempat, seiring optimistisnya sejumlah investor terhadap pemulihan ekonomi ditandai dengan penguatan indeks perdagangan bursa di China kemarin. Para investor di Wall Street pun kembali bertransaksi di pasar modal, kendati masih dalam ruang yang terbatas.

Tiga indeks utama AS ditutup dengan volume yang minim. Tidak adanya laporan kinerja yang menggigit menjadi salah satu faktornya, namun sentimen positif lain telah mendorong para investor untuk kembali bertransaksi dengan giat. Sektor keuangan adalah yang paling diminati usai CEO American International Group Inc mengatakan pihaknya akan membayar kembali dana bantuan yang diberikan pemerintah.

Sedangkan, Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan klaim atas keuntungan pengangguran kembali naik menjadi 576 ribu untuk pekan yang berakhir 15 Agustus. Sebelumnya, sejumlah analis memperkirakan angka klaim hanya 550 ribu saja.

"Faktanya bahwa klaim pengangguran yang lebih penting dimanipulasi dari data manufaktur dan menguatnya pasar saham di China. Hal tersebut menunjukkan seberapa besar optimisme ada di pasar," ujar analis senior dari Lind-Waldock Dan Faretta, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (21/8/2009).

Hingga akhir perdagangan, indeks Dow Jones naik 70,89 poin atau setara 0,8 persen ke 9.350,05. Sedangkan, indeks S&P 500 juga melonjak 10,91 poin atau setara 1,09 persen menjadi 1.007,37, dan indeks Nasdaq naik 19,98 poin atau setara 1,01 persen ke posisi 1.989,22.(css)

Jum'at, 21 Agustus 2009 - 07:52 wib (Candra Setya Santoso)

Dow Jones Capai Level Tertinggi Tahun Ini

NEW YORK - Ketiga indeks utama di bursa Wall Street ditutup naik tipis, termasuk Dow Jones yang naik 37 poin. Ini merupakan kenaikan beruntun yang menimbulkan level tertinggi baru tahun ini dan terus mengalami kenaikan selama delapan hari, rally panjang terjadi sejak April 2007, pada perdagangan Kamis (27/8/2009) waktu setempat.

Penguatan terjadi seiring laporan kinerja sektor keuangan dan industri yang membaik dan melebihi ekspektasi sejumlah analis.

Gain yang tinggi pada sektor keuangan dan energi mendongkrak indeks. Sektor energi terepicu oleh naiknya harga minyak. Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan, klaim insentif pengangguran turun 10 ribu pada pekan lalu menjadi 570 ribu, membuat malu para ekonom, pasalnya penurunan tersebut jauh di bawah ekspektasi ekonom. Level tersebut adalah yang terendah sejak April.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan perekonomian menyusut 1 persen secara tahunan pada kuartal II ini. GDP tersebut sedikit di bawah ekspektasi yang sebesar 1,5 persen.

Data ekonomi yang dipublikasikan, termasuk insentif pengangguran dan dibacakannya tingkat produk domestik bruto memberi sentimen positif bagi para investor. Para analis mengatakan pasar telah bergerak pada momentumnya sendiri, dipicu oleh sentimen positif dari data-data ekonomi yang terwakili pada harga saham. "Terlalu banyak dana tunai yang berada di 'sisi'," ujar Chief Equity Market Strategist Federated Investors Phil Orlando, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (28/8/2009).

Sentiment tersebut membawa indeks Dow Jones menguat 37,11 poin atau setara 0,4 persen ke level 9.580,63. Indeks S&P 500 melonjak 2,86 poin atau setara 0,3 persen ke 1.030,98 dan indeks Nasdaq naik 3,3 poin atau setara 0,2 persen menjadi 2.027,73. (css)
Jum'at, 28 Agustus 2009 - 07:54 wib (Candra Setya Santoso)